IMG-20160320-WA001

 

Tanggal 19 Maret 2016 adalah waktu yang sangat membahagiakan sekaligus membanggakan bagi delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pada kesempatan itu, delegasi UMY mendapatkan anugerah sebagai “The Best Paper” pada The 13th UBAYA International Annual Symposium on Management (INSYIMA) yang diselenggarakan oleh University Ho Chi Minh City, Vietnam. Paper tersebut di presentasikan oleh Bapak Dimas Bagus Wiranatakusuma, Dosen Prodi Ilmu Ekonomi FE UMY dan Alif Supriyatno, mahasiswa semester empat Prodi Managemen FE UMY. Penganugerahan best paper ini diluar ekspektasi kami mengingat ada sejumlah 160 paper yang berpartisipasi dari negara-negara ASEAN, terdiri dari para praktisi, dan akademisi. Ketika kami konfirmasi kepada panitia, terpilihnya paper kami yang berjudul “Building ASEAN Exchange Rate Unit (AERU) for Monetary Integration in ASEAN-5 Countries”, telah dinilai dengan memperhatikan aspek metodologi, ketajaman analisis, dan kesesuaian topik dengan topik simposium. Selain itu, menurut panitia, dipilihnya paper kami sebagai best paper mengacu pada kesepakatan hasil review dari 9 (sembilan) orang penilai yang berasal dari Universitas Surabaya, Ho Chi Minh University, Eastern Illinois University, Manchester Business School, dan World Bank. Hal ini sungguh sebuah kehormatan dan pengakuan kepada UMY bahwa civitas akademika UMY telah siap bersaing dan diakui dalam pergulatan ASEAN dan dunia, khususnya dalam khazanah penelitian.

Paper kami secara umum membahas tentang kemungkinan dan analisis secara Ekonomi terhadap 5 negara termaju di ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina untuk membentuk kesatuan mata uang (single currency) seperti halnya Euro di Eropa. Bahkan paper kami telah memberikan ukuran riil mengenai nilai mata uang ASEAN berdasar penambatan pada beberapa mata uang dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa ASEAN layak memiliki mata uang tunggal dan akan terjaga tingkat stabilitasnya bila menambatkan mata uangnya ke Yuan Cina. Penemuan kami cukup rasional di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Cina dan kedekatan hubungan perdagangan antara ASEAN-5 dengan Cina. Dengan demikian, mata uang tunggal diharapkan akan memacu tingkat pembangunan di negara anggota dan akhirnya dapat menjaga stabilitas mata uang regional. Namun demikian, tulisan kami juga memberikan implikasi kebijakan bahwa pembentukan mata uang tunggal memerlukan ketersediaan bank sentral tunggal dan kesiapan seluruh anggota untuk menyatukan kebijakan moneter dibawah satu otoritas tunggal. Sehingga hal ini menuntut adanya komitmen politik dari segenap anggota dan komitmen untuk melakukan konvergensi secara perekonomian. Secara keseluruhan, paper kami memberikan gambaran bahwa ASEAN sudah saatnya memikirkan untuk memiliki mata uang bersama, yang pada akhirnya mendorong penciptaan kesatuan ekonomi.

Pada simposium international ini, selain memperoleh anugerah Best Paper, tim UMY juga banyak mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Pihak panitia dan beberapa delegasi dari ASEAN terkejut ketika mengetahui bahwa tim UMY kebanyakan masih mahasiswa S1 dan mendapatkan support penuh dari universitas. Memang dari 200 delegasi presenter yang hadir dalam simposium internasional ini kebanyakan adalah dosen, dan praktisi dimana mereka rata-rata sudah bergelar master dan doktor. Sehingga dalam simposium internasional ke-13 ini, tim UMY adalah satu-satunya kampus, dari lebih dari 50 kampus se-ASEAN yang hadir, dengan delegasi dari mahasiswa S1. Pada kesempatan itu, tim UMY mendelegasikan 1 orang dosen dari Prodi Ilmu Ekonomi, Bapak Dimas Bagus Wiranatakusuma, dan 8 orang mahasiswa S1, diantaranya, (1) Sumandi, Prodi Ilmu Ekonomi 2013, (2) Alif Supriyatno, Prodi Manajemen 2014, (3) Nida’ Al Ulfah Untoro, Prodi Ilmu Ekonomi 2014, (4) Alfina Rahmatia, IPIEF 2013, (5) Farhan Fabilla, IPIEF 2014, (6) Heni Rahmawati, IPIEF 2014, (7) Mia Rosmiati, IGOV 2015, dan (8) Rezky Izzati Afiah Rahman, Prodi Teknologi Informasi 2013. Alhamdulillah, semua tim UMY hadir sebagai presenter dalam simposium internasional tersebut yang terbagi ke dalam 3 tim atau papers.

Akhirnya, keberhasilan tim UMY, baik sebagai best paper maupun sebagai presenter pada ajang international simposium di Vietnam 19 Maret 2016 lalu, khusus kami persembahkan kepada almamater yang tengah berulang tahun ke-35. Kami bertekad untuk terus berusaha mengimplementasikan mimpi besar UMY yaitu “Shinning Beyond Borders”, dan “Muda Mendunia”. Tak lupa, ungkapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada Prof Bambang Cipto, selaku Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto selaku Wakil Rektor Bidang Akademik , Dr. Sri Atmaja selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Nano Prawoto selaku Dekan FE UMY, Dr. Rizal Yaya, selaku Wakil Dekan Bidang Mahasiswa dan Kerjasama, Bapak Edi Supriyono, SE, MM selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FE UMY, yang telah mendukung dan memberikan kemudahan bagi kami segenap delegasi UMY untuk hadir pada simposium internasional ini. Keberhasilan kami tak lupa juga berkat bimbingan dan dukungan yang besar dari Dr. Masyhudi Muqorobin, Direktur IPIEF UMY, dan Dr. Imamuddin Yuliadi, Kaprodi Ilmu Ekonomi, serta rekan-rekan dosen Prodi Ilmu Ekonomi khususnya dan dosen FE UMY pada umumnya. Semoga kontribusi kami yang kecil ini memberikan kontribusi untuk kemajuan almamater UMY kita tercinta, InsyaAllah. (Dimas Kusuma/DeKa).