Tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) yang tergabung dalam Group Of Economics Students for Future Indonesia Development (GESFID), berhasil menjuarai The 16th Sharia Economic Days (SECOND 16) kategori Akademic Paper. Kompetisi yang diadakan oleh Universitas Indonesia (UI) tersebut mempertemukan 20 finalis dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, yang terbagi atas academic paper dan innovation paper.

“Kompetisi ini melibatkan hampir dari semua kampus yang memiliki reputasi bagus, seperti UI (6 tim), UGM (3 tim), UNAIR (2 tim), UNPAD (1 tim), UPI (3 tim), STEI Tazkia (2 Tim), Unsoed (1 tim), serta UMY (2 tim). Tim UI berhasil menjuarai Innovation Paper Best Paper, sedangkan yang berhasil menjadi best paper dalam academic paper adalah tim GESFID UMY,” ujar Sumandi saat diwawancarai via online, Sabtu (4/3).

Sumandi yang merupakan mahasiswa tingkat akhir angkatan 2013 dari jurusan Ilmu Ekonomi bersama Faradilah Hasan dari jurusan Akuntansi angkatan 2015, mengatakan bahwa kompetisi SECOND 16 mengangkat tema “Excavating The Potency of Islamic Economics to Achieve SDGS.” Adapun kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 26 Februari hingga 1 Maret 2017.

Sementara itu paper yang disampaikan oleh Tim GESFID UMY mengangkat judul “Peran Perbankan Syariah dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia.” Dalam hal ini Sumandi menekankan terkait pentingnya stabilitas dalam perbankan syariah terutama dalam pembiayaan di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). “Dalam penelitian ini saya mengembangkan model early warning system. Dengan menggunakan alat early warning system ini dapat digunakan sebagai model untuk mendeteksi krisis dalam perbankan syariah. Kesimpulannya adalah apabila perbankan syariah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi mampu stabil, maka akan dapat mendorong perekonomian indonesia dan dapat menurunkan tingkat kemiskinan dikarenakan bergerak pada sektor rill,” jelasnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Andi tersebut memaparkan bahwa kompetisi yang diikuti oleh FEB di seluruh Indonesia bertujuan agar para mahasiswa mampu berpikir secara kritis terhadap ekonomi syariah. Sementara yang menjadi pertimbangan para juri dalam menilai adalah dilihat dari penelitian ataupun ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis ilmiah. “Pencapaian ini tidak terlepas dari komunitas GESFID FEB UMY. Dari komunitas ini saya belajar tentang penelitian yang bisa mengantarkan saya mengikuti kompetisi Nasional ataupun Internasional,” paparnya. (hv)