sj1

Tepat pada hari Ahad 20 Maret 2016 IMM FE UMY menyelenggarakan Sekolah Jurnalistik di gedung AR Fakhruddin B lantai 5. Ini adalah kali keempat diselenggarakannya Sekolah Jurnalistik. Acara tersebut memang dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan tujuan untuk mengasah kemampuan menulis para kader dan memeberikan tambahan wawasan dan ilmu tentang kepenulisan, reportase dan media digital yang sedang berkembang. Sekolah jurnalistik tahun ini mengangkat tema “Goreskan Pena, Torehkan Sejarah” dengan pemateri Immawan Difa Prasetya yaitu ketua bidang media dan komunikasi IMM FE UMY periode 2014-2015 yang memberikan materi tentang kepenulisan dan Bapak Fajar Junaedi salah satu dosen Prodi Komunikasi UMY yang juga aktif menulis buku dan berita di berbagai media.

 

Acara yang dihadiri oleh lebih dari delapa puluh kader 2013, 2014, dan 2015 itu, dimulai pukul 08.30 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh MC dan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Immawan Riyan. Dalam acara tersebut hadir pula wakil dekan 2 Bapak Rizal Yahya, S.E.,M.Sc yang memberikan sambutan dan dukungan untuk acara Sekolah Jurnalistik tersebut. Pada sesi penyampaian materi pertama tentang kepenulisan, Immawan Difa Prasetya menjelaskan tentang penulisan future, bagaimana teknik-teknik penulisan future, bagaimana mengawali kalimat sebuah tulisan dan bagaimana etika dalam kepenulisan. Para peserta yang terdiri dari kader IMM FE UMY dan para undangan dari komisariat lain sangat antusias dalam mengikuti acara ini. Beberapa kader terutama kader 2015 juga aktif bertanya dan menanggapi.

sj2

Dalam acara tersebut para kader tidak hanya mendapat materi saja, namun mereka juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan ilmu yang mereka dapat dengan menulis berita, cerpen dan puisi. Hasil karya mereka nantinya akan diseleksi dan yang terbaik akan diberi reward saat follow up. Tepat pukul 12.00 WIB para peserta dipersilahkan untuk sholat dzuhur berjamaah di masjid. Setelah menjalankan sholat para peserta menikmati makan siang diiringi dengan hiburan dari Chemistry band UMY dan komunitas Standup Comedy UMY yang membuat suasana menjadi penuh dengan tawa ceria.

Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Bapak Fajar Junaedi. Beliau menyampaikan materi tentang Media Digital. Mulai dari sejarah media-media cetak terbesar di orde baru, media cetak pertama yang berpindah ke media digital, karakter digital, Antitesis digital, sampai media-media digital yang sukses di era saat ini. Dengan gaya penjelasan yang lugas dan cerdas pak Fajar bisa membawa suasana menjadi lebih menyenangkan dalam belajar. Tidak hanya sampai disitu, beliau juga membimbing langsung para kader untuk menulis esai secara berkelompok. Sehingga membuat seluruh peserta sekolah jurnalistik ikut berpartisipasi aktif dalam menulis. Acara Sekolah Jurnalistik diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pak Fajar Junaedi dan sesi foto bersama seluruh kader dan panitia.

sj3

Setelah terlaksananya sekolah jurnalistik tersebut, diharapkan seluruh kader dapat termotivasi untuk mulai menulis dan memperdalam lagi kemampuan menulisnya baik di media cetak maupun digital. Karena seperti yang dikatakan Pramudya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” –Fastabiqulkhairat