Ayif Fathurrahman, SE., MSi., yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisni UMY meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan setelah berhasil mempertahankan desertasinya pada pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor, Program Doktor Ilmu Ekonomi Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII, yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomi UII, Condongcatur, Senin (8/1),

Ayif Fathurrahman menjelaskan disertasi berjudul “Pengaruh Fractional Reserve Banking dan Financial Variable Terhadap Kinerja dan Kesehatan Bank Umum (Konvensional dan Syariah) di Indonesia”. Ia menjelaskan bahwasannya “Fractional Reserve Banking ( FRB) memberikan tekanan yang sangat kuat terhadap faktor penurunan kinerja dan kesehatan Bank Umum Syariah, yang berada di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui kuatnya tekanan oleh semua variabel FRB terhadap kinerja dan resiko likuiditas Bank Umum Syariah.

Pada disertasinya, Ayief menyebutkan beberapa alasan penting mengenai penelitian yang dilakukan. Pertama, modal terbesar perbankan adalah trust dari masyarakat, sehingga menjadi suatu keharusan pihak bank untuk meyakinkan masyarakat dengan meningkatkan prestasi kinerjanya dan memenuhi standar kesehatan yang sudah ditetapkan oleh OJK. Kedua, fungsi financial intermediary mendorong bank  untuk menerapkan praktek fractional reserve bankingKetiga, adalah praktek fractional reserve banking juga diterapkan di perbankan syariah, baik di Malaysia dan maupun di kawasan Gulf Cooperation Council (GCC) Timur Tengah.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Pertama, hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi praktek fractional resereve banking (FRB) baik di perbankan konvensional maupun di perbankan syariah dengan tingkat kedalaman (severity) yang berbeda-beda. Kedua, dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa FRB memberikan tekanan kuat terhadap penurunan kinerja dan kesehatan Bank Umum di Indonesia. Kondisi tersebut mengakibatkan munculnya potensi mis-macth maturity. Kondisi ini disebabkan jumlah kredit yang disalurkan oleh perbankan di Indonesia mengalami ekspansi yang signifikan. Meskipun demikian, pertumbuhan kredit masih dalam keadaan normal dan tidak masuk dalam katagori excessive redemption. Hal ini dibuktikan dengan baiknya pengaruh credit growth terhadap kinerja perbankan nasional. Ketiga, Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa FRB memberikan tekanan sangat kuat terhadap penurunan kinerja dan kesehatan Bank Umum Syariah di Indonesia.

Dari fakta penelitian yang dilakukan Ayif Fathurrahman pada Bank Umum Syariah muncul potensi mis-match maturity dan adanya resiko “too big to fail” yang lebih besar dibandingkan dengan Bank Umum Konvensional. Hal ini dikarenakan secara empiris ditemukan fakta bahwa praktek FRB di Bank Umum Konvensional relatif bisa dikendalikan dan pengaruhnya tidak signifikan terhadap penurunan kinerja dan resiko likuiditas Bank Umum Konvensional.

“Sementara jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan Syariah di Indonesia mendorong peningkatan kinerja. Namun demikian, di waktu yang sama memberikan tekanan terhadap resiko likuiditas bank syariah,” ungkap Ayif Fathurrahman. (Teg)