IMG_1963

USIM merupakan salah satu universitas yang berada di Malaysia dengan basis keislaman yang sangat diunggulkan dalam pendidikannya. Penerapan keilmuan alam dan sosial tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar dari Islam menjadi prioritas pengajarannya. Begitu juga yang terjadi di kampus UMY yang ingin mengintegrasikan keilmuan modern dengan nilai-nilai Islam yang pada dasarnya merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan. Sebuah program yang dihadirkan oleh mahasiswa-mahasiswa USIM guna menyambung tali silaturahim dengan mahasiswa-mahasiswa kampus lainnya yang dinamakan “Program @ Home” dan diikuti oleh UMY, STEI Tazkia, dan XISU menjadi suatu hal yang mengundang kami untuk mengunjungi mereka di tanah jiran Malaysia pada tanggal 13-18 November 2014.

Kehadiran kami merupakan sebuah timbal balik atas kehadiran mereka sebelumnya ke kampus UMY terkhususnya Fakultas Ekonomi dalam rangka silaturahim untuk mempererat kerja sama antar kedua instansi pendidikan tersebut. Program ini juga memberikan hubungan yang erat antar 2 kampus dan memberikan kontribusi positif terhadap semua pihak dari mahasiswa maupun yang lain.

Koordinasi Sebelum Keberangkatan

Sebelum keberangkatan ke Malaysia, dilakukan beberapa kali pertemuan untuk koordinasi beberapa hal yang diperlukan. Pertemuan pertama dilakukan untuk mengumpulkan fotokopi passport, pertemuan kedua mulai disinggung masalah siapa yang akan mempresentasikan papernya di USIM nantinya dan mulai mengangsur untuk pembayaran tiket berangkat ke Malaysia dan perpulangan, pertemuan ketiga sudah ada lebih dari setengah peserta membayar tiket dan masih diingatkan bagi peserta yang akan mempresentasikan tulisannya agar bersiap-siap dan setiap jurusan diharapkan mengajukan 1 utusan, pertemuan keempat para peserta mahasiswa berkumpul untuk membahas pakaian apa yang sekiranya akan dipakai ketika berpergian ke Malaysia.

Di pertemuan kelima untuk memperjelas permasalahan presentasi dan paper yang ingin disampaikan di Malaysia serta diharap agar setiap jurusan melakukan koordinasi dengan ketua jurusan masing-masing agar persiapan presentasinya lebih matang dan mengharumkan nama baik UMY secara umum dan Fakultas Ekonomi secara khusus, pertemuan keenam kembali ditekankan permasalahan persiapan mulai dari tiket sampai apa-apa yang bersangkutan dengan menjaga kesehatan, pakaian, dan lain-lain, pada pertemuan terakhir sebelum hari keberangkatan semua peserta dikumpulkan bersama ketua-ketua jurusan di Fakultas Ekonomi serta terdapat beberapa wejangan dari dekan Fakultas Ekonomi bapak Nano Prawoto.

Tiba di Universitas Sains Islam Malaysia

Saat tiba di Universitas Sains Islam Malaysia, kami delegasi dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diberi wejangan oleh USIM’s buddies dan berkumpul di cafeteria asrama USIM. Di situ, kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk persiapan Ice Breaking Session di esok harinya bersama dengan STEI Tazkiyah, STEI Tazkia, dan XISU.

DSC_0418

Ice-Breaking Session

 Ice-Breaking session merupakan suatu aktivitas kecil dalam sebuah kegiatan yang bertujuan agar peserta delegasi pertukaran mahasiswa saling mengenal dan merasa nyaman dengan lingkungan barunya. Isi dari kegiatan ini yaitu berupa sesuatu humor yang dapat membuat para peserta tertawa, permainan sederhana, mendiskusikan topik diskusi yang sederhana, dan sedikit pemberian informasi mengenai kegiatan-kegiatan selanjutnya. Di sini merupakan kegiatan yang memang efektif untuk memfasilitisasi pondasi, opening, bahkan kesuksesan sebuah kegiatan secara keseluruhan.

Sit-in-class

Sit-in-class dilakukan setelah Ice-Breaking session selesai, lalu para delegasi pertukaran mahasiswa diantar ke kelas masing-masing sesuai dengan Program Studinya. Setiap universitas memiliki berbeda-beda program studi. Untuk program studi Manajemen, para delegasi diantar ke Dewan Kuliah F1.1 dan mempelajari Manajemen Strategik. Topik yang dibahas adalah mengenai Grand Strategy.

DSC_0433-vert

Sedangkan untuk program studi Akuntansi, para delegasi diantar ke Dewan Kuliah F 1.2 dan mempelajari Financial Corporate. Begitu juga dengan Ilmu Ekonomi diantar ke dewan kuliah F 1.3 dan mempelajari Pengantar Ekonomi Bisnis. Dari sit-in-class ini kami mendapatkan berbagai pengetahuan yang lebih dalam mengenai ekonomi dunia internasional.

Welcoming Session

Welcoming session merupakan acara pembukaan kegiatan International Home Programming yang diadakan kampus USIM. Ada lima delegasi yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yaitu dari USIM selaku tuan rumah, UMY, UNIDA Gontor, STEI Tazkia Bogor dan Xi’An International Studies University (XISU) China.

RIMG0048

Acara dimulai dengan pembacaan doa terlebih dahulu kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, dan lagu Mars USIM. Setelah itu Masing-masing delegasi memberikan sambutan mengenai pembukaan acara tersebut dan menyerahkan cinderamata kepada pihak USIM. Selanjutnya masing-masing delegasi melakukan sesi foto bersama dalam acara tersebut.

National Economic Symposium

Pada saat National Economic Symposium ini, kami delegasi FE UMY mengikuti seminar sebagai audiens. Ada beberapa pembicara yang datang untuk memberikan seminar. Salah satu seminar yang kami ikuti dari awal beliau membuka prolog hingga ke kesimpulan adalah pembicara yang memberikan seminar Teori Matematika Murni.

USIM Convocation Festival (CFEST 2014)

CFEST 2014 merupakan festival yang diadakan kampus USIM setiap satu tahun sekali yang terdiri dari dua kegiatan yaitu bazar dan wisuda. Ada dua rombongan dari UMY yang terpisah untuk mengikuti kegiatan ini. Rombongan pertama ikut berpartisipasi untuk mengikuti bazar dengan menjual produk yang mereka bawa untuk dipasarkan (dijual) kepada pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut. Rombongan pertama yang ikut berpartisipasi adalah Singgih (menjual produk Hammock), Trisnanda (menjual Kripik dan Batik Kulonprogo), Lyna (menjual Kerudung Pashmina), dan Ririn (menjual Kain Songket). Kemudian rombongan kedua sisanya mengikuti kegiatan wisuda yang diselenggarakan pihak USIM di dewan besar Konvekesyen (semacam sportorium).

IMG-20141115-WA0008

Ada hal menarik dari kegiatan wisuda di USIM, yaitu terdapat unsur budaya tradisional modern adat kerajaan yang diterapkan dari kegiatan tersebut. Ada seorang yang sebagai “raja” bertindak untuk membuka dan mengesahkan para wisuda. Kemudian di depan “raja” tersebut terdapat semacam tongkat yang bernama Cokmar. Cokmar merupakan simbol kekuasaan universitas dari pihak kerajaan Malaysia. Cokmar ini digunakan dalam upacara-upacara resmi universitas seperti Majlis Konvokesyen dan Majlis Pemasyhuran Perlantikan Canselor.

RIMG0119

Praktek Kewirausahaan di Tapak iCEPS 10

Produk dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tidak kalah uniknya dari barang yang diperjualkan oleh Mahasiswa USIM Malaysia di iCEPS 10 seperti HAMMOCK yang berfungsi sebagai tempat tidur para pencinta alam maupun untuk penganti tenda, Kripik Singkong “kimcil’ yang terbuat dari singkong mempunyai cinta rasa yang berbeda dari Kripik Singkong lainnya, Batik khas Indonesia, Kerudung Pashmina yang unik, bermacam-macam kerajinan dari Kain Songket Khas Minang, Padang, Sumaera Utara dan juga gantungan kunci dari Tutup Botol “Moutis”. Manfaat dari kami mengikuti praktek kewirausahan di iCEPS 10 tersebut bisa menambah wawasan tentang berwirausaha maupun bisa ATM (Amati Tiru Modifikasi) barang – barang yang diperjualbelikan di bazar iCEPS 10 tersebut untuk dipraktekkan di Indonesia.

Academic Sharing Session

Pada saat Academic Sharing Session ini, para delegasi dipersilahkan untuk mempresentasikan paper masing-masing. Masing-masing program studi yang mengajukan paper satu orang. Dari program studi Manajemen yang membawakan paper adalah Ririn Yuzarni yang membahas tentang Good Governance. Wakil dari program studi Ilmu Ekonomi ialah Fitra dan membahas tentang Zakat yang diimplementasikan pada dunia keuangan.

Dari Akuntansi sendiri ialah Jovi Hendriana dan membahas tentang Pasar Modal Indonesia, China, dan Malaysia. Sedangkan dari Magister Manajemen yang membawakan ialah Hajra Sasmita dan Dede membahas tentang Motivasi.Sumber Daya Manusia. Academic Sharing Session ini begitu aktif situasinya sehingga membuat audiens merasa memukau. Tidak hanya dari UMY saja yang mempresentasikan paper, tetapi dari XISU dan USIM pun juga ikut mempresentasikan.

Study Tour

Permodalan Nasional Berhard

Permodalan Nasional Berhad (PNB) telah muncul sebagai lembaga investasi utama negara itu. Sebagai sarana investasi bagi Yayasan Pelaburan Bumiputra (YPB), fungsi inti dari PNB adalah untuk mengevaluasi, memilih dan memperoleh portofolio saham perusahaan terbatas dengan potensi pertumbuhan. Menjadi sebuah organisasi yang mengkhususkan diri dalam investasi, PNB pada dasarnya bertindak sebagai gudang, dimana kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan terbatas ditempatkan dalam dana perwalian dan dijual kepada pemegang unit dalam bentuk unit yang lebih kecil.

Perekonomian Malaysia

Pada 1997, Malaysia memiliki defisit akun mata uang besar lebih dari 6 persen dari GDP. Pada bulan Juli, ringgit Malaysia diserang oleh spekulator. Malaysia mengambangkan mata uangnya pada 17 Agustus 1997 dan ringgit jatuh secara tajam. Empat hari kemudian Standard and Poor’s menurunkan rating hutang Malaysia. Seminggu kemudian, agensi rating menurunkan rating Maybank, bank terbesar Malaysia. Di hari yang sama, Bursa saham Kuala Lumpur jatuh 856 point, titik terendahnya sejak 1993.

Pada 2 Oktober, ringgit jatuh lagi. Perdana Mentri Mahathir bin Mohamad memperkenalkan kontrol modal. Tetapi, mata uang jatuh lagi pada akhir 1997 ketika Mahathir bin Mohamad mengumumkan bahwa pemerintah akan menggunakan 10 miliar ringgit di proyek jalan, rel dan saluran pipa. Pada 1998, pengeluaran di berbagai sektor menurun. Sektor konstruksi menyusut 23,5 persen, produksi menyusut 9 persen dan agrikultur 5,9 persen. Keseluruhan GDP negara ini turun 6,2 persen pada 1998. Tetapi Malaysia merupakan negara tercepat yang pulih dari krisis ini dengan menolak bantuan IMF.

Pasar Seni (Central Market)

Pasar Central Kuala Lumpur mulai hidup sebagai pasar basah (pasar yang menjual makanan dan  sayur-sayuran segar) pada tahun 1888; dibangun oleh Yap Ah Loy, kota Cina Kapitan. Ini berfungsi sebagai landmark terkemuka di kolonial dan modern Kuala Lumpur. Ketika dipindahkan pada 1980-an, para Malaysia Heritage Society berhasil mengajukan petisi menentang pembongkaran bangunan, dan kemudian dinyatakan sebagai pusat Malaysia seni, budaya dan kerajinan.

IMG-20141203-WA0033

Central Market berlokasi strategis terletak di jantung kota Kuala Lumpur dan dekat dengan pusat transportasi publik, Central Market Kuala Lumpur terhubung ke tujuan utama wisata dan hotel. Hal ini juga terletak dekat persimpangan stasiun KL Sentral yang menyediakan koneksi cepat dan nyaman untuk sebagian besar Kuala Lumpur serta Bandara Internasional Kuala Lumpur. Pasar Central Kuala Lumpur saat ini daya tarik utama bagi wisatawan asing dan domestik.

Menara Kembar Petronas

Menara Petronas, atau Menara Kembar Petronas (bahasa Malaysia: ‘Menara Berkembar Petronas’) di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20. Menara Kembar Petronas memegang gelar sebagai bangunan tertinggi dari tahun 1998 hingga 2004 dari segi ukuran, dari lantai pintu masuk utama hingga lantai atas.

Menara Petronas yang dirancang oleh arsitek César Pelli dari Argentina mulai dibangun pada tahun 1998. Setelah menghabiskan waktu tujuh tahun, menara ini menjadi bangunan tertinggi di dunia sewaktu diresmikan. Menara ini dibangun di atas fondasi pacuan kuda Kuala Lumpur. Kedalaman batuan dasar menjadikan bangunan ini dibangun dengan fondasi paling dalam di dunia. Fondasi sedalam 120 meter itu memerlukan sejumlah beton yang berlebihan untuk dibangun dalam waktu 12 bulan (1 tahun) oleh Bachy Soletanche.

Masjid Putrajaya

Putra Mosque, atau Masjid Putra dalam bahasa Melayu, merupakan masjid utama Putrajaya, Malaysia. Pembangunan masjid dimulai pada tahun 1997 dan selesai dua tahun kemudian. Masjid ini terletak di sebelah Perdana Putra yang merupakan tempat kantor Perdana Menteri Malaysia dan danau buatan manusia Putrajaya Lake.

IMG-20141203-WA0040-1

Masjid pink-kubah Putra dibangun dengan mawar berwarna granit terdiri dari tiga bidang fungsional utama – ruang doa, Sahn, atau halaman, dan berbagai fasilitas pembelajaran dan fungsi kamar. Masjid ini dapat menampung 15.000 jamaah pada satu waktu. Dinding ruang bawah tanah masjid menyerupai Masjid Raja Hassan di Casablanca, Maroko. Ruang doa sederhana dan elegan, didukung oleh 12 kolom. Titik tertinggi di bawah kubah adalah 250 meter di atas permukaan tanah.

RIMG0186

The Sahn, taman dengan beberapa fitur air dekoratif dan berbatasan dengan pilar-pilar, menyediakan ruang doa besar namun ramah dan indah. Selain itu,  menara masjid ini dipengaruhi oleh desain Masjid Sheikh Omar di Baghdad. Pada 116m, itu adalah salah satu menara tertinggi di wilayah tersebut dan memiliki lima tingkatan, yang mewakili lima Rukun Islam. Masjid Putra terletak bersebelahan dengan Perdana Putra atau kantor Perdana Mentri Malaysia.

RIMG0199

Persiapan Pulang

Tidak terasa setelah beberapa hari kami mengikuti kegiatan pertukaran mahasiwa di Malaysia tepatnya di USIM, tiba saat nya untuk pulang ke Indonesia. Pada tanggal 18 November 2014, kami pulang ke Indonesia. Banyak persiapan yang akan kami siapkan untuk saat ketibaan di Indonesia. Mulai dari mempersiapkan barang bawaan, dan oleh-oleh (tidak lupa kami siapkan) untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Keberangkatan kami di bagi 2 rute, ada yang berangkat dari Kuala Lumpur – Jakarta pada pukul 11.00 dan ada yang berangkat dari Kuala Lumpur – Yogyakarta pada pukul 15.30. Di saat tiba di Indonesia, kami merasakan kembali menginjakkan kaki di bumi pertiwi. Beberapa teman yang lain sesaat sampai di Bandara Adisucipto Yogyakarta, kami menunggu jemputan untuk berpulang ke rumah masing-masing. Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan dari kegiatan pertukaran mahasiswa ini. Selain itu, kami juga menerima sertifikat dari USIM. Banyak hal-hal baru yang kami dapatkan mulai dari pengembangan bahasa inggris, pengetahuan tentang kebudayaan, dan gaya kehidupan yang berbeda.