Untitled

Sesuai dengan program internasionalisasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, bahwa kolaborasi penelitian di kalangan dosen perlu ditingkatkan guna memperluas jaringan keilmuan dan kerjasama lintas negara. Berkenaan dengan itu, baru-baru ini dosen departemen ilmu ekonomi, Dimas B. Wiranatakusuma melakukan penelitian bersama dengan salah seorang dosen departemen ilmu ekonomi, International Islamic University Malaysia, Prof. Dr. Jarita Duasa. Penelitian ini mengambil topik mengenai “Building Early Warning System for The Resilience of Islamic Banking in Indonesia”. Sebagai wujud sosialisasi hasil penelitian ini, maka pada 8 Agustus 2016 lalu, tulisan ini dipresentasikan dalam 10th International Conference, Bulletin on Monetary Economics and Banking di Bank Indonesia Jakarta.

Secara singkat, penelitian ini mencoba untuk membangun indeks ketahanan perbankan Syariah di Indonesia, yang kemudian disebutIslamic Banking Resilience Index (IBRI). Indeks ini dapat digunakan sebagai surveilance mechanism dan mengantisipasi potensi kerentanan di perbankan Syariah di Indonesia.Selain itu, beberapa leading variables, seperti pertumbuhan kredit, nilai tukar riil, rasio money supply/cadangan devisa, serta inflasi digunakan sebagai pembentuk signal gangguan terhadap ketahanan perbankan Syariah di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa model yang kami bangun dapat digunakan sebagai sistem deteksi dini (early warning system) dalam mendeteksi terjadinya gangguan dalam perbankan Syariah di Indonesia. Kami tak lupa juga memberikan saran bahwa membangun deteksi dini di Indonesia sangatlah penting mengingat biaya recovery crisis sangatlah besar sehingga model ini perlu terus dikembangkan daya prediksinya dengan penggunaan metodologi yang lebih kompleks seperti logit/probit, markov switching, artificial network process.

Acara ini merupakan program tahunan yang di selenggarakan oleh Bank Indonesia dimana tahun ini sudah kali ke-10. Ajang ini mengundang hanya 20 tulisan terbaik dari lebih dari 80 tulisan, yang dikemudian dipaparkan dalam forum yang kebanyakan dihadiri oleh para pejabat dilingkungan Bank Indonesia se-Indonesia. Ke-20 topik tulisan yang diundang tersebut cukup variatif dan dari berbagai negara, seperti Malaysia, Bangladesh, Azerbaijan, Turki dan beberapa negara Eropa lainnya. Tahun ini pihak panitia mengambil topik “Promoting Financial Stability in the Changing Global Financial Landscape”.

Disamping itu, proses penyelesaian kolaborasi penelitian dosen ini juga melibatkan satu orang mahasiswa, yakni Saudara Sumandi, mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi angkatan 2013. Pelibatan mahasiswa menjadi hal yang penting guna turut membekali mahasiswa dengan skill penelitian sejak dini. Menurut Sumandi yang merupakan anggota tim penelitian ini, melalui rilis yang diterima oleh Biro Humas dan Protokol UMY pada Selasa (9/8)menyatakan bahwa, kolaborasi penelitian UMY dan IIUM menjadi pusat perhatian dalam even ini, karena menjadi tulisan satu-satunya yang melibatkan mahasiswa S1,sedangkan lainnya rata-rata adalah S2 dan S3. Selain itu, Sumandi juga sangat berkesan karena even ini dihadiri oleh para petinggi Bank Indonesia, diantaranya gubernur Bank Indonesia, BapakAgus Martowardojo. Tidak kalah berkesan menurut Sumandi adalahkehadiranProf. Dr. M Handry Imansyah yang merupakan pakar Early Warning System atau sistem deteksi dini di indonesia, yang juga turut aktif memberikan komentar”, tandas Sumandi.

Bersamaan dengan itu, Dimas B.Wiranatakusuma, selaku perwakilan tim peneliti UMY menyatakan bahwa tujuan mengikutsertakan mahasiswa dalam even berskala internasional ini adalah untuk melaksanakan visi misi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai kampus Muda Mendunia yang siap berkompetisi dengan kampus lainnya, terutama dalam skill riset. “Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, semakin banyak mahasiswa UMY yang bisa berpartisipasi dalam kegiatan berskala internasional dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya penelitian, terutama dalam bidang ilmu ekonomi,”ungkap Dimas.

Dimas berkomitmen bahwasannya kedepan penelitian dikalangan mahasiswa UMY akan terus ditingkatkan melalui komunitas penelitian GESFID UMY. “Komunitas ini diharapkan bisa memberikan effect untuk para mahasiswa agar mulai sadar pentingnya penelitian, khususnya terkait dengan penelitian ilmu ekonomi dan kebijakan keuangan perbankan.