Sebuah perusahaan tidak bisa mengesampingkan keberadaan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang bisa mengatur keberlanjutan perusahaan secara efisien, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan Green Management System. Green Management System sendiri merupakan seperangkat proses standar dan praktik yang membantu perusahaan untuk meningkatkan keberlanjutannya dengan merencanakan, melakukan, mengevaluasi dan mengatur kebijakan lingkungan.

Hal tersebut dinyatakan oleh Prof. Shu-Hsien Liao, dari Tamkang University, Taiwan yang menjadi keynote speakers dalam International Conference of Management Science (ICoMS) 2017 di Ruang Sidang Ar. Fachrudin B lt. 5 Kampus Terpadu UMY, pada Rabu (22/3). Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY bekerjasama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Tamkang University Taiwan dan Khon Kaen University Thailand.

Shu-Hsien Liao mengartikan Green Management sebagai konsep managemen dalam binis namun tetap memperhatikan lingkungan. “Konsep Green Management sekarang menjadi perhatian di kalangan akademika. Green Management menunjukkan konstruksi green business, dimana jika diterapkan dalam sebuah perusahaan dapat mencegah efek negatif dalam lingkungan sosial dan lingkungan, namun tetap dapat menguntungkan bagi perusahaan,”jelasnya.

Dia melanjutkan terdapat tiga level dalam penerapan sistem Green Management oleh sebuah perusahaan, yaitu pengembangan aturan lingkungan, perencanaan sistem untuk penerapan aturan, dan penerapannya dalam praktek. “Aturan harus berisi tentang komitmen perusahaan untuk fokus pada lingkungan. Pada level kedua, rencanakan sistem pada perusahaan. Dan ketiga, adalah penerapannya,” lanjutnya.

Pengembangan Green Management sendiri bukan barang baru di dunia Internasional. Beberapa Negara telah menerapkan Green Management sebagai rencana jangka panjang mereka concern terhadap lingkungan. “Tiongkok telah menerapkan konsep Green Management dan menetapkan sebagai salah satu isi dari rencana panjang dua puluh lima tahun untuk pembangunan ekonomi dan Sosial. Malaysia juga membentuk green growth (istilah untuk menggambarkan jalur pertumbuhan ekonomi yang menggunakan sumber daya alam secara berkelanjutan) sebagai paradigma fundamental pembangunan ekonomi 2020,”ujarnya mencontohkan.

Sebelumnya, ICoMS 2017 telah dibuka secara resmi oleh Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. Rektor juga meresmikan program studi Internasional bagi Manajemen, yaitu IMaBs (International Program of Management and Business). Pada tahun ketiga pelaksanaannya, ICoMS mengambil tema “Green Management” yang menjadi pertemuan internasional untuk membicarakan berbagai hasil penelitian, pengalaman dan pemikiran terkait fenomena perkembangan global dalam bidang manajemen dan bisnis. (bagas)