GESFID

G E S F I D

(Group of Economics Students for Future Indonesia Development)

Sebuah Komunitas Penelitian di Lingkup Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

 

Group of Economics Students for Future Indonesia Development (GESFID) adalah sebuah komunitas  mahasiswa yang didirikan di yogyakarta   yang bergerak dibidang keilmuan. Berdirinya komunitas ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan salah satu dosen ilmu ekonomi yang bernama Dimas Bagus Wiranatakusuma, terhadap kehidupan mahasiswa sebagai pemuda dan penerus bangsa yang hanya sekedar kuliah tanpa memikirkan perkembangan bangsa secara strategis dan kritis. Sehingga beliau berinisiatif mendirikan suatu komunitas  sebagai wadah bagi para mahasiswa dalam mengaspirasikan pandangannya, mencakup tentang isu-isu terkini, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Dengan berdirinya komunitas ini diharapkan dapat menjadi wahana para mahasiswa untuk mencurahkan opini, ide, maupun aspirasinya dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

 

DIVISI RISET DAN PENGEMBANGAN

Dibentuknya Divisi Riset dan Pengembangan yang menjadi salah satu tombak utama tujuan besar organisasi sebagai lembaga think tank yang dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam bentuk tulisan ilmiah yang memiliki bobot tersendiri. Tidak hanya sekedar tulisan yang dapat dipublikasikan, lebih dari itu menciptakan sebuah tulisan ilmiah yang dijadikan rujukan atau minimal dapat dipaparkan dalam aktivitas konferensi nasional maupun internasional. Tembusan lain yang ingin dicapai dari adanya Divisi Riste dan Pengembangan antara lain dapat terus turut aktif dalam kegiatan lomba-lomba karya tulis ilmiah (paper), sehingga tidak hanya membanggakan pribadi, sebagai subjek utama terciptanya tukisan, namun dapat memberikan kontribusi kepada pihak universitas (kampus) dalam hal besaing dan berlomba di kompetisi regional, nasional, maupun internasional.

Dalam agenda rutinitas kegiatan, Divisi Riset dan Pengembngan  diposisikan pada agenda rutin mingguan dan agenda tambahan jika hendak ada event kompetisi dan atau acara konferensi. Tujuannya tak lain sebagai bentuk pelatihan dalam hal menulis dan meneliti, juga sebagai bentuk persiapan saat dihadapkan pada kompetisi dengan mengatur strategi untuk kompetisi nantinya. Berlatih menulis dari mulai kerangka latar belakang penelitian, identifikasi masalah, cara mencari dan menentukan studi pustaka yang baik, penggunaan metodologi yang cocok bagi sebuah tulisan, hingga analisis pembahasan dan kesimpulan. Kesemuanya itu bagian integral dalam sebuah tulisan. Kesemuanya pula dipelajari secara teknis dan aplikatif.

DIVISI DISKUSI AKADEMIK

Dengan dibentuknya Divisi Diskusi Akademik yang menjadi kerangka struktural suatu organisasi think tank ini, diharapkan menjadi jalan sekaligus menjadi jembatan penghubung setiap anggota dalam mengembangkan diri khususnya melatih berpendapat dan menghargai pendapat orang lain; mengemukakan gagasan dengan kretif, inovatif, disertai dengan konsep yang kritsi; dan mengambil pelajaran yang kemudian dapat diaplikasikan dalam aktivias sehari-hari baik di bangku perkuliahan maupun di masyarakat luas.

Dalam agenda rutinitas kegiatan di dalam organisasi ini, Diskusi Akademik diposisikan pada agenda rutin yang minimal diadakan satu kali dalam dua minggu. Tema atau topik yang biasanya diambil tergantung kepada pemateri yang dihadirkan baik dari anggota tersendiri, dan/atau dengan mengundang pembicara yang relevan dengan bidang keilmuan yang akan dijadikan topik dalam diskusi nantinya. Dalam aktivitas yang dilakukan setiap peserta yang hadir diberikan hak untuk menyampaikan pendapatnya, ini merupakan sutau skema diskusi yang cukup berbeda dengan kebanyakan aktivitas diskusi lainnya, dimana biasanya hanya berfokus pada pemateri saja, dan hanya beberapa orang yang dapat memberikan pendapatnya. Hal ini menjadi terobosan baru bagi organisasi ini, karena pada dasarnya diskusi tidak hanya melatih orang per orang melainkan semua yang hadir pada acara diskusi tersebut.

DIVISI PUBLIC SPEAKING

Dibentuknya Divisi Public Speaking menjadikan satu tombak utama lainnya dari tujuan-tujuan dibentuknya organisasi think tank ini.  Aktivitas atau pelatihan yang dilakukan dapat berbentuk dua tipe yakni, presentation skill dan debate skill. Presentation skill dalam hal ini sangat diperlukan ketika manakala ketika memaparkan sebuah penelitian (riset) yang telah dibuat. Ini menjadi penting agar esensi dari sebuah tulisan ilmiah hasil karya peneliti dapat dipahami dan diambil manafaatnya bersama. Sedangkan,  Debate skill dituntut dan menuntut setiap orang agar dapat meyakinkan siapapun para pendengarnya atas apa yang disampaikan berupa ide/gagasan dan argumentasi. Lebih dari itu, dengan adanya Divisi Public Speaking ini melangkapi semua tujuan-tujuan yang digagas organisasi ini.

Dalam agenda rutin kegiatan Divisi Public Speaking, seperti halnya divisi lain dilakukan pada aktivitas pelatihan presentation skill maupun debate skill satu kali dalam dua minggu. Dalam aktivitas pelatihan yakni dengaan mengundang para ekspert dibidangnya untuk melatih teknikal dalam skill berbicara dihadapan publik. Namun tidak hanya menghadirkan ekspert, seringkali aktivitas pelatihan hanya berupa pertemuan untuk dan berlatih personal dihadapan teman-teman yang hadir pada saat itu. Namun pada intinya pelatihan dilakukan untuk membimbing dan belajar bersama, dari yang tadinya sulit berbicara dihadapan publik, menuntut untuk mampu berkomunikasi dengan para pendengarnya.

PRESTASI REGIONAL DAN NASIONAL

  1. Juara 3 Liga Ekonomi Mahasiswa se-Jawa “Paper and Debate Competition” di Universitas Atma Jaya Yogyaarta.
  2. Juara 3 KOIKU 2015 (Kompetisi Inklusi Keuangan) di Otoritas Jasa Keuangan.
  3. Juara 3 National Economics Debating Competition (NEDC) HIMIE di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  4. Juara 2 National Economics Debating Competition (NEDC) HIMIE di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  5. Juara 1 Debate Competition Milad HIMIE di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  6. Juara 3 Debate Competition Milad HIMIE di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  7. Finalis Progress Sharia Event Paper Competition 2016 di STEI Tazkia, Bogor.
  8. Finalis 9 ECCENTS Paper Competition di Universitas Airlangga, Surabaya.
  9. Finalis Sharia Economic Week di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  10. Juara 2 Trading Capital Market di Universitas Diponegoro, Semarang.
  11. Juara 1 Trading Capital Market di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  12. Pemakalah dalam Seminar Nasional dan Call for Paper di Universitas Islam Indonesia.
  13. The Best Paper FREKS 2016 di IAIN Imam Bondjol Padang, Otoritas Jasa Keuangan.
  14. Juara 1 Essay Competition oleh UKM-Penelitian di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  15. Juara 3 Essay Competition oleh UKM-Penelitian di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  16. Finalis Second 15 Call for Paper di Universitas Indonesia.

PRESTASI INTERNASIONAL

Semangat muda dan berdaya saing global digagas dalam sebuah jargon Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai kampus Muda Mendunia. Mahasiswa sebagai aktor utama terciptanya kampus-kampus berkualitas terus mengembangkan bakat dan minatnya. Agustus 2015 menjadi moment yang langka bagi dua mahasiswa Ilmu Ekonomi UMY. Suatu kehormatan yang luar biasa bagi Farhan Fabillah (IPIEF 2014) dan Ecky Imamul Muttaqin (EKPI 2014) yang telah diundang untuk memaparkan paper dengan judul “Analysis Of Islamic Banking Stability In Indonesia Using Islamic Banking Stability Indexdalam acara  9th International Conference Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan (BEMP) di kantor pusat Bank Indonesia Jalan Thamrin, Jakarta Pusat (6/8).

Secara umum, paper yang dipaparkan berisi terkait potensi-potensi instabilitas yang mungkin timbul dalam sistem perbankan di Indonesia. Terlebih menganalisis stabilitas perbankan syraiah dengan menggunakan indeks guna mengetahui seberapa besar stabilitas perbankan syariah jika kemudian dibandingkan dengan perbankan konvensional. Dan secara umum pula dapat disimpulkan bahwa perbankan syariah lebih relatif stabil jika dibandingkan degan perbankan konvensional pada kasus dimana faktor-faktor internal yang mempengaruhinya.

Delegasi yang diberangkatkan masih bersatatus sebagai mahasiswa aktif program studi Ilmu Ekonomi yang duduk di semester empat. Ini menjadikan suatu kebanggan tersendiri karena mayoritas peserta konfrensi yang bertindak sebagai pemakalah sudah bergerlar strata dua bahkan strata tiga. Satu yang menjadi kunci bahwa mahaiswa UMY dapat bersaing di dunia kepenulisan baik tingkat regional, nasional maupun internasional ialah dorongan yang begitu kuat dan terarah yang dilakukan oleh pengajarnya (dosen). Maka dari itu, terucapkan banyak-banyak terima kasih kepada dosen-dosen muda Ilmu Ekonomi yang terus berkomitmen mendorong mahasiswanya untuk dapat berkompetisi dan bersaing di kancah Internasional.