Student Entrepreneurship Business Incubator (SEBI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta senantiasa mendorong mahasiswa UMY untuk meningkatkan inovasi, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Langkah utama yang dilakukan SEBI UMY ialah dengan menggelar Festival Kewirausahaan yang selalu diadakan setiap tahunnya.

Festival Kewirausahaan sendiri memiliki berbagai rangkaian antara lain kompetisi dan pameran poster, expo dan bazar kewirausahaan, talkshow kewirausahaan, seminar business plan, dan kompetisi business plan. Pada Kamis (06/04), tepatnya di Sportorium UMY, dilaksaksanakan kompetisi dan pameran poster, expo dan bazar kewirausahaan, serta talkshow kewirausahaan. Talkshow kewirausahaan kali ini diisi oleh aktor Cholidi Asadil Alam selaku owner Serabi Duren, Yasa Paramitha Singgih selaku owner Men’s Republic, Firmansyah selaku owner Cokro Tela Cake, Bryansyah Kancaburi selaku owner Kampus Kompany, dan Singgih Ainin Muttaqin selaku owner dari Hammock Akiramata.

Kepala SEBI, Sri Handari Wahyuningsih, S.E., M.Si. menyebutkan animo mahasiswa akan kewirausahaan meningkat setiap tahunnya. “Dari animo mahasiswa, tingkat kewirausahaan yang dijalankan oleh mahasiswa setiap tahunnya meningkat. Hanya memang sebenarnya kunci dari kewirausahaan adalah perilaku kompetitif. Perilaku kompetitif, karena sifatnya behavioral keperilakuan, maka ini adalah program yang harus dijalankan terus menerus,” jelas Sri Handari.

Untuk membangun jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa, Sri Handari juga menyebutkan dibutuhkan peran civitas akademika UMY secara keseluruhan. “Artinya untuk membangun jiwa kewirausahaan itu dibutuhkan sinergi baik secara akademis ataupun non-akademis. Baik antar program studi, antar fakultas, dan terus menerus berkesinambungan untuk memberikan pancingan-pancingan atau stimuli inovasi mahasiswa. Karena inovasi mahasiswa itulah yang kemudian akan menciptakan keberanian mahasiswa untuk mengambil resiko, keberanian untuk memanfaatkan peluang menjadi sebuah usaha yang sukses,” tegas Sri.

Sri Handari juga menyebutkan saat ini jumlah peminat kewirausahaan di UMY paling tinggi ada di mahasiswa Fakultas Ekonomi. “Meski demikian,kita berharap kewirausahaan ini mampu diterapkan di setiap fakultas. Artinya semangat kewirausahaan dapat dikembangkan di semua titik di lingkup universitas. Sehingga dari manapun Fakultas dan prodinya, kami harapkan semakin lama akan semakin meningkat. Sekarang memang banyak partisipan dari Fakultas Ekonomi, karena mungkin dorongan kewirausahaan di Fakultas Ekonomi itu lebih tinggi dibandingkan dorongan di Fakultas lain. Tetapi kami berharap ini nanti akan semakin merata di prodi dan di Fakultas lain,” ujar Sri.

Sementara itu, Expo dan Bazar Kewirausahaan kali ini, disebutkan Sri Handari, diikuti oleh 48 stand dimana masing-masing stand merupakan kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 mahasiswa. Stand juga dikategorikan ke dalam beberapa kategori antara lain stand technopreneur, dan stand kreatif. “Stand technopreneur diisi oleh mahasiswa yang mempunyai produk non-kuliner. Sedangkan stand kreatif bisa kuliner ataupun non-kuliner, seperti pemanfaatan produk bekas yang masih memiliki nilai tambah dan nilai jual. Pada akhir acara akan diumumkan pemenang pameran poster dan expo bazar. Para pemenang nantinya akan diberikan hadiah berupa uang pembinaan,” tutup Sri. (deansa)