Program kredit transfer di sejumlah perguruan tinggi masih relatif kecil dilakukan. Apabila kredit transfer dilaksanakan, dapat membangun mobilitas mahasiswa yang terlibat dan kerjasama antar perguruan tinggi. Saat diwawancarai di sela-sela acara kunjungan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang diterima langsung oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Wakil dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Dr. Rizal Yaya SE., M.Sc., Ak, CA mengatakan bahwa kerjasama yang saat ini ditekankan bagi FEB UMY dengan USIM yaitu melalui program kredit transfer mahasiswa. Program ini dinilai mampu mempererat hubungan kerjasama dengan USIM.

“Di fakultas kami, USIM ini termasuk strategic patner. Salah satu bentuk kerjasama dengan USIM yaitu kredit transfer. Dan alhamdulillah kami sudah mengirimkan 5 mahasiswa dari FEB untuk melaksanakan program kredit transfer di USIM. Kedepannya, USIM juga akan mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan program yang serupa. Program ini bagus untuk diterapkan,” ujarnya, Jum’at (3/2) di Gedung Pascasarjana UMY lantai 4.

Dalam program kredit transfer ini komponen kualifikasi dapat disetarakan dengan kualifikasi lain yaitu dengan menyatukan kredit yang sebanding untuk pencapaian akademis dan prestasi individu. Dengan kata lain seperti yang dijelaskan oleh Dr. Rizal, kredit transfer yaitu mahasiswa yang mengikuti program tersebut mengambil mata kuliah di universitas asal, namun kuliah dijalankan di universitas yang dituju. Sedangkan hasil nilai ditransfer untuk universitas asal.

Hubungan baik yang telah terjalin antara USIM dengan UMY sejak tahun 2013 dengan perpanjangan MoU kerjasama, memberikan keuntungan yang berarti. Salah satu langkah untuk mempererat kerjasama USIM yaitu dengan melakukan kunjungan bersama mahasiswanya. Kali ini dalam kunjungan tersebut melibatkan 25 mahasiswa USIM dari fakultas Muamalat dan 25 Mahasiswa dari FEB. “Pada kunjungan tersebut, mereka akan melakukan diskusi yang bertemakan kompetisi dalam bisnis dalam prespektif Islam. Dalam diskusi tersebut mereka akan bertukar pikiran secara berkelompok. Cara ini menjadikan bentuk kerjasama USIM dan kami lebih intens,” ujarnya.

Dengan mengadakan kunjungan tersebut, Dr Rizal berharap bentuk kerjasama lainnya dengan USIM melalui konferensi Internasional serta pengadaan visiting professor, upaya program transfer kredit terus dilakukan. “Kunjungan ini bertujuan untuk menggali wawasan terkait topik yang didiskusikan bersama. Kami berharap dari diskusi ini mahasiswa baik USIM maupun dari UMY semakin dekat, serta USIM bisa mengirimkan mahasiswanya di fakultas kami untuk mengikuti program kredit transfer. Tentunya program ini diharapkan untuk terus dilakukan,” harapnya.(hv)