Meninggalnya Salah satu dosen UMY Masyhudi Muqorrobin,M.Sc.,Ph.D.,Akt pada 6 Januari lalu, memberikan rasa kehilangan yang besar bagi civitas akademika UMY, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Untuk itu, FEB UMY memberikan penghargaan Lifetime Achievement bagi Dr, Masyhudi Muqorobin atas jasa beliau dalam mengembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia, dan UMY khususnya. Penghargaan ini diberikan kepada putranya secara langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Nano Prawoto M.Si di acara ICIEFI di ruang sidang amphiteather Pascasarjana lt.4, Selasa (24/1).

Penghargaan Lifetime Achievement ini menurut Nano sangat pantas didapatkan oleh almarhum. “Kita sangat kehilangan atas perginya Bapak Masyhudi. Beliau merupakan salah satu tokoh penggerak Ekonomi Islam di Indonesia. Bahkan, hijrahnya program studi Ilmu Ekonomi menjadi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Islam (EKPI) juga menjadi salah satu andil dari Bapak Masyhudi. EKPI dan IPIEF mencapai kesuksesan seperti saat ini juga karena beliau. Maka kami punya alasan kuat untuk memberikan penghargaan ini atas dedikasinya dalam membangun Ekonomi Islam di Indonesia pada umumnya, dan di UMY khususnya,” jelasnya.

Nano menambahkan bahwa almarhum dikenalnya sebagai pribadi yang punya cita-cita kuat, pekerja keras namun tetap penuh kesederhanaan. “Pak Masyhudi mempunyai pemikiran dan cita-cita yang kuat. Salah satu cita-citanya yaitu mengubah Ekonomi Konvensional menjadi Ekonomi Syariah. Menurutnya, Ekonomi konvensional sudah harus ditinggalkan karena nilai-nilai keadilan ada pada Ekonomi Syariah. Beliau saya kenal dengan pribadi yang humble, punya keinginan yang teguh dan pekerja keras. Bahkan beliau sampai tidak memikirkan kesehatannya. Beliau hanya memikirkan bagaimana Ekonomi Syariah berkembang demi kemaslahatan umat. Namun ketika saya mengenalnya lebih dekat, dia adalah orang yang sederhana. Beliau memberikan keilmuannya bagi umat, saya kira dia pribadi yang luar biasa,”tambahnya.

Senada dengan Dekan FEB, Kepala Program Studi EKPI UMY, Dr. Imamudin Yuliadi, M.Si juga menceritakan almarhum sebagai sosok yang berpengaruh dalam mengembangkan Ekonomi Islam. “Beliau merupakan salah satu dosen senior di FEB UMY. Beliau adalah penggagas Ekonomi Islam di UMY. Ide tentang ICIEF ini juga berasal dari ide beliau. Jadi diharapkan melalui forum ini akan semakin memperkuat branding Program Studi EKPI sebagai salah satu Institusi yang mengembangkan Ekonomi Islam di nasional maupun internasional,”ujarnya.

Melalui ICIEFI, Imamudin juga berharap cita-cita almarhum dalam memperjuangkan Ekonomi Islam dapat dilanjutkan dan menjadi contoh bagi peserta “Forum ini juga mempresentasikan semangat beliau untuk memperjuangkan ekonomi Islam. Ekonomi Islam diharapkan tidak berhenti pada aspek teoritis, namun juga bisa muncul dan berpengaruh pada penentu kebijakan. Kontribusi beliau cukup signifikan dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam di FEB seperti dalam kuliah, proses pembelajaran dan seminar-seminar dalam lingkup nasional maupun Internasional,” tuturnya. (bagas)