Dalam rangka mewujudkan  cita-cita menjadi kampus World Class University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terus menargetkan adanya peningkatan secara signifikan pada QS Stras. UMY masih mempunyai waktu sampai bulan Juni untuk melengkapi semua persyaratan yang telah ditentukan. Untuk itu diharapkan waktu setengah tahun ini bisa dioptimalkan serta ditingkatkan lagi kualitas mutu pada internal universitas.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. saat memberikan paparannya dalam acara “Ramah Tamah Rektor”  pada Jum’at (02/02) di aula rektorat UMY. Gunawan juga menyampaikan bahwa seluruh civitas akademika UMY harus optimis untuk meraih ranking terbaik dunia versi QS Stars. “Kita harus optimis terhadap peningkatan ranking UMY tahun ini, nanti kita akan ajukan pada QS Stars. Untuk itu saya mohon kerjasama dari semua pihak pimpinan fakultas, prodi dan para dosen agar melengkapi semua data yang disyaratkan oleh QS Stars. Saat ini UMY masih mempertahankan akreditasi internasional dengan bintang lima kategori facilities, social responsibility dan inclusiveness. Kemudian, semua elemen universitas harus berkolaborasi untuk meningkatkan peringkat UMY,” ujarnya.

“UMY masih mendapatkan bintang 4 untuk Teaching dan bintang 3 untuk Employability, ini akan menjadi fokus kita semua agar bisa mendapatkan top ranking dunia. Selain itu prestasi dosen dan mahasiswa juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian tim asesor. Kemudian publikasi ilmiah, dosen asing, mahasiswa asing, juga menjadi faktor penilaian.  Hal paling penting adalah kita meningkatkan kualitas  mutu internal agar menjadi standar mutu bertaraf intenasional yang akan berpengaruh pada ranking QS Stars,” papar Gunawan lagi.

Hal senada disampaikan oleh Slamet Riyadi, ST., M.Sc., Ph.D. selaku Kepala Badan Perencanaan dan pengembangan UMY , ia menuturkan, target UMY pada tahun 2020 menjadi ranking 800 dunia dan ini akan berkompetisi dengan kampus-kampus internasional yang telah berdiri lebih lama dari UMY. “Kita harus membudayakan mempunyai target yang disesuaikan dengan kapasitas yang kita miliki, tidak hanya universitas yang memiliki target tapi pada tingkat fakultas dan prodi juga harus lebih mempunyai target. Untuk mencapai World University Rangking ada beberapa hal yang harus terpenuhi meliputi bidang academic reputation 40 persen, employer reputation 10 persen, faculty dan student ratio 20 persen, citation per faculty 20 persen, international student ratio 5 persen dan international staff ratio 5 persen,” tandas Slamet.

Slamet menambahkan peningkatan jumlah prestasi dosen dan mahasiswa juga harus ditingkatkan mulai dari sekarang. Kemudian secara detail merekap semua rekam jejak masing-masing fakultas dan prodi. “Selain menjadi top ranking Indonesia, kita harus lebih maju lagi menjadi top ranking internasional. Hal ini tak lain adalah untuk menjadikan kampus kita  memiliki kualitas dan layak menjadi ranking dunia. Harapan ke depan kita harus semakin kerja keras, menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti malas mengisi data-data prestasi, melakukan penelitian dan pengabdian. Hal tersebut harus terpacu kembali, demi mewujudkan kampus yang Muda Mendunia dan layak menjadi kampus yang memiliki ranking dunia versi QS Stars,” tutupnya.